PANDI dan Kementerian Kebudayaan Resmikan Domain Beraksara Nusantara untuk Perkuat Identitas Digital Bangsa
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia bersama Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan domain tingkat dua beraksara Nusantara di The Westin Nusa Dua, Bali, pada 19 Oktober 2026. Diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Presiden PANDI Ismawan Aslam, perhelatan ini memperkenalkan tiga varian domain beraksara daerah mencakup .bali.id, .jawa.id, dan .arabicnusantara.id guna memperkuat pelestarian budaya serta identitas digital bangsa di ruang siber.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) secara resmi meluncurkan domain tingkat dua (Second Level Domain) berbasis aksara Nusantara dalam sebuah perhelatan di The Westin Nusa Dua, Bali. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama Presiden PANDI, Ismawan Aslam.
Inisiatif ini menandai integrasi teknologi siber dan pelestarian budaya lokal melalui penetapan tiga varian nama domain internet beraksara daerah, yaitu aksara Bali, aksara Jawa, serta aksara Pegon
Penggunaan aksara daerah pada domain internet menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan warisan tradisi di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui domain berbasis aksara Bali, Jawa, dan Pegon ini, masyarakat, lembaga kebudayaan, maupun institusi pendidikan dapat mendaftarkan alamat situs web yang merepresentasikan identitas linguistik dan kultural daerah secara langsung.
Inovasi ini diharapkan dapat memperluas ruang ekspresi bagi komunitas penutur dan penggiat aksara daerah, sekaligus memperkuat literasi budaya digital bagi generasi muda.
Peresmian yang berlangsung secara simbolis di atas panggung menunjukkan sinergi antara Kementerian Kebudayaan dan PANDI. Dalam peresmian tersebut, PANDI berperan sebagai penyedia infrastruktur teknologi (Edge Technology) yang memastikan keandalan, keamanan, serta keterjangkauan operasional nama domain beraksara Nusantara.
Kerja sama ini menjadi landasan penting dalam mengarusutamakan pelestarian cagar budaya dan karya sastra klasik ke dalam format digital yang dapat diakses oleh publik luas, baik domestik maupun internasional.
Pasca-peluncuran, PANDI dan Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk mensosialisasikan penggunaan domain ini kepada pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pelaku industri kreatif. Domain ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari portal informasi budaya, platform edukasi bahasa daerah, hingga identitas digital bagi produk UMKM berbasis kearifan lokal.
Kehadiran domain .bali.id, .jawa.id, dan .arabicnusantara.id diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan digital Indonesia yang berakar kuat pada nilai-nilai sejarah dan kebudayaan bangsa. (op)
Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.